Cara Membuat Foto Berdimensi ( Keren ! )




Fotografi adalah medium yang berbentuk dua dimensi karena hanya memiliki dimensi panjang dan lebar saja. Tapi dunia yang ditangkap oleh kamera berbentuk tiga dimensi, yaitu memiliki panjang, lebar dan kedalaman.

Untuk membuat kesan tiga dimensi pada foto, kita dapat menggunakan beberapa teknik fotografi.

Bukaan Lensa

Pertama adalah dengan mengunakan pengaturan bukaan/diafragma lensa yang besar. Tujuannya adalah untuk menyempitkan ruang tajam.

Akibatnya bagian yang tidak fokus pada foto akan perlahan-lahan menjadi kabur seiring dengan jaraknya menjauh dari titik fokus. Transisi dari bidang yang tajam/fokus dengan yang blur membuat kesan tiga dimensi.

Batasan pengaturan lensa ini sangat tergantung kepada lensa yang terpasang. Lensa standar zoom 18-55mm, biasanya hanya memiliki batasan bukaan yang tidak terlalu besar.

Untuk memaksimalkan teknik ini, dibutuhkan lensa dengan bukaan yang lebih besar, terutama lensa yang dapat membuka sampai f/1.4, f/1.8 atau setidaknya f/2.8. Semakin kecil angka f-nya, semakin besar bukaannya.

Lensa Lebar

Lensa lebar adalah lensa berjarak fokus kurang lebih 16-35mm di kamera full frame atau 10-24mm di kamera bersensor APS-C (sebagian besar kamera DSLR yang tersedia di pasar). Lensa lebar memiliki sifat membesarkan apa yang dekat dan menjauhkan apa yang jauh.

Akibatnya adalah pemandangan terlihat lebih tiga dimensi. Sebaliknya jika mengunakan lensa telefoto, pemandangan yang terbentuk akan terkesan dua dimensi, karena sifat lensa telefoto adalah menjauhkan apa yang dekat dan mendekatkan apa yang jauh.

(Lensa lebar (17mm) digunakan untuk memberikan kesan dimensi. Perahu yang dekat berukuran besar, dan semakin jauh semakin kecil)
Lighting

Arah cahaya sangat menentukan bagaimana bentuk subjek dalam foto. Untuk membuat kesan tiga dimensi, saya akan mengarahkan cahaya dari samping subjek foto.

Jika saya mengunakan cahaya dari depan, maka cahaya akan menerangi bagian depan subjek akibatnya, foto terkesan datar, dua dimensi.

Sebagai latihan coba siapkan sebuah subjek yang berbentuk bulat, contohnya jeruk. Lalu sinari jeruk tersebut dengan lampu dan cobalah untuk memindahkan lampu itu mengelilingi jeruk tersebut sambil mengamati secara seksama perubahan bentuk jeruk yang timbul karena cahaya dan bayangannya.

Ketika posisi lampu berada di samping subjek, kita mendapatkan bentuk tiga dimensi. Sedangkan jika kita menyinari jeruk dari depan, semua bagian jeruk akan terang secara merata tapi bentuknya datar.

Bayangan bukan sesuatu yang harus dilenyapkan di dalam foto karena bayangan memberikan kesan kedalaman, suatu dimensi yang penting dalam membuat foto berkesan tiga dimensi.

Di alam bebas, kita tidak dapat mengatur pencahayaan. Tapi kita dapat menunggu sampai arah sinar matahari berada agak turun, seperti di pagi hari atau sore hari. Sedangkan di dalam ruangan/studio, kita bisa bebas menentukan arah lampu.

Foreground

Untuk memberikan kesan yang lebih berdimensi lagi, terutama saat memotret pemandangan, carilah sesuatu di depan pemandangan, contohnya batu-batuan, pohon, dedaunan, batang kayu dan lain-lain.

Dengan memasukkan latar depan, kita dapat memberikan kesan dimensi. Saat mencari foreground, kita harus berhati-hati karena tidak semua foreground itu bagus dan sesuai untuk pemandangan yang ada.

Jika foreground yang ada di sekitar lokasi tidak mendukung misalnya kurang bagus atau tidak cocok, sebaiknya tidak memaksakan untuk memasukkan elemen ini.

Kombinasi dari ke semua teknik di atas akan memberikan foto terkesan lebih tiga dimensi dan lebih nyata sesuai dengan bagaimana mata manusia memandang dunia.

Tidak semua foto yang bagus terlihat tiga dimensi, namun, artikel ini dapat membantu jika Anda ingin mengoptimalkan teknik dan pengaturan untuk mendapatkan hasil tiga dimensi yang maksimal.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Belajar Bahasa Inggris

Arsip Artikel