Kapan Wanita Boleh Intim Lagi Setelah Melahirkan ?


Wanita Baru Siap Berhubungan 5eks Lagi 6 Minggu usai Melahirkan

Sebuah studi baru dari Australia menyatakan bahwa kebanyakan wanita berhubungan 5eks kembali enam sampai delapan minggu setelah melahirkan.

Penelitian secara berkala dilakukan pada 1507 wanita yang pertama kali menjadi ibu di Melbourne, Australia. Mengenai aktivitas 5eksual dalam tahun pertama setelah melahirkan.

Umumnya, para wanita melakukan beberapa kontak 5eksual sebelum berlanjut pada hubungan 5eks. Dan 53 persennya mengatakan berhubungan 5eks dalam waktu enam minggu setelah melahirkan.

Operasi cesar atau penggunaan forsep selama persalinan memiliki kecenderungan untuk menunda dimulainya kembali hubungan 5eks. Selain itu, sebuah robekan pada perineum (daerah antara vagina dan anus) mengurangi kemungkinan berhubungan 5eks selama enam minggu.

Penelitian mengatakan, hanya 10 persen wanita yang tidak menderita trauma (kesakitan) perineum setelah melahirkan anak pertama. Hal itu, membuat sebagian besar pasangan memaklumi untuk menunda hubungan 5eks setelah melahirkan.

"Ini adalah informasi bermanfaat yang harus diketahui setiap pasangan (suami-istri) sebelum bayinya lahir, dan mungkin dapat membantu mengurangi rasa cemas dan bersalah apabila tidak segera melakukan hubungan 5eksual," kata Ellie McDonald, peneliti dari Murdoch Children Research Institute di Melbourne seperti yang dikutip dari Foxnews.

Namun, penelitian yang dilakukan di Australia itu belum jelas apakah hasilnya berlaku juga di tempat lain.

Menurut Mayo Clinic, banyak faktor yang memengaruhi waktu 5eks dari pasangan setelah kelahiran anaknya. Para dokter pun menyarankan pasangan agar menunda hubungan 5eks selama empat sampai enam minggu setelah melahirkan.

Saran tersebut dikatakan supaya leher rahim menutup hingga menghentikan pendarahan dan rasa sakit menghilang.

Ketika pasangan kembali melakukan hubungan 5eks, disarankan menggunakan pembatas kelahiran (alat kontrasepsi) jika pasangan tidak ingin segera punya anak lagi.

Beberapa studi menunjukkan bahwa jangka waktu singkat kehamilan berikutnya dapat meningkatkan risiko komplikasi. Seperti kelahiran bayi dengan berat badan rendah atau prematur.

Studi tersebut dipublikasikan di BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Arsip Artikel